Mini Riset Ekonomi Sumber Daya Hutan Medan, Mei 2022
DAMPAK PANDEMI COVID-19
TERHADAP EKONOMI PELAKU USAHA BIDANG KEHUTANAN DI SUMATERA UTARA
Studi kasus: UD.4 PANBER’S Industri Pengerajin Kayu (Furniture), Rantau Parapat
Dosen
Penanggung Jawab:
Dr.
Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh:
Aprina
Tiurmida Siburian
201201226
HUT
4C
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2022
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB
I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang................................................................................................. 1
.... Tujuan............................................................................................................... 2
BAB
II
A. Gambaran
umum kegiatan usaha............................................................... 3
BAB III
Dampak Pandemi
Covid 19 terhadap Ekonomi Pelaku Usaha di Bidang Kehutanan
A. Dampak
terhadap kondisi usaha dan fasilitas produksi............................ 4
B. Dampak
terhadap pasar dan konsumen..................................................... 4
C. Dampak
terhadap keuntungan dan kelangsungan usaha........................... 4
D. Upaya
Penanggulangannya....................................................................... 4
Pemulihan Ekonomi Pelaku Usaha di Sektor Kehutanan
Pasca Pandemi Covid-19
A.
Pemulihan
Produksi dan Omset................................................................ 4
B.
Pemulihan
Pasar dan Penjualan................................................................. 5
C.
Pemulihan
Administrasi, SDM dan Profit................................................ 5
D.
Penggunaan
Teknologi Informasi dalam Operasi, Aministrasi dan Pemasaran pasca Covid-19 5
BAB
IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan....................................................................................................... 6
Sran/Rekomendasi............................................................................................ 6
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Furniture
merupakan perangkat pengisi suatu interior yang berfungsi sebagai aksesoris pelengkap
ruangan. Furniture biasa disebut juga
dengan mebel. Mebel berasal dari kata movable,
yang artinya bisa bergerak. Furniture
juga
bisa dijadikan perabot rumah tangga. Apabila anda hendak membeli furniture
rancang dan sesuaikan terlebih dahulu model furniture
yang cocok dengan kondisi ruangan baik itu dari segi ukuran maupun tema
interiornya. Menurut Baryl, 1977 dalam Marizar, (2005 ) pengertian furniture secara umum adalah benda pakai
yang dapat dipindahkan, berguna bagi kegiatan hidup manusia, mulai dari duduk,
tidur, bekerja, makan, bermain dan sebagainya, yang memberi kenyamanan dan
keindahan bagi pemakainya. Sedangkan, menurut Manullang (1991) furniture juga merupakan salah satu
produk kayu olahan yang pertumbuhannya amat pesat dalam beberapa dekade
terakhir ini adalah produk mebel.Berawal dari pekerjaan rumah tangga, produk
mebel kini telah menjadi industri yang cukup besar dengan tingkat
penyerapan tenaga kerja terdidik yang tidak sedikit.
Produk jenis ini secara prinsip
dibagi dalam dua kategori yaitu mebel untuk taman dan interior dalam rumah.
Fungsi furniture dilihat dari
keindahan dan kesesuaian ruang. Berangkat dari konsep awal, keindahan tentunya
tidak lepas dengan kesesuaian ruang dan desain furniture yang ada sebelumnya. Untuk ruang yang dirancang klasik
kompleks, tentunya akan sesuai dengan furniture desain ukir klasik dan
kompleks. Demikian juga dengan ruang yang didesain klasik elegan, elegan
kontemporer atau minimalis, umumnya desain yang digunakan furniturenya akan
disesuaikan.
Adapula produk menurut Kotler
dan Armstrong, (2001: 346) Pengertian produk adalah segala sesuatu yang dapat
ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau
dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Secara konseptual
produk adalah pemahaman subyektif dari
produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan
organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, sesuai dengan
kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar. Proses produksi
adalah suatu cara atau metode, dengan demikian proses produksi menyangkut tentang
hal-hal yang meliputi: cara produksi, urutan produksi, mesin dan peralatan,
bahan baku serta tenaga kerja yang digunakan. Dalam proses produksi perlu
adanya perencanaan dan pengawasan.
Dampak
pandemi telah memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap furniture
secara langsung dapat dilihat pada aspek ekonomi dengan menurunnya penghasilan atau pendapatan secara
tidak langsung dan
telah merusak fasilitas
kayu yang tidak digunakan selama kasus pandemic.
Oleh karena itu, perlu dilakukan analisa dampak pandemi
Covid-19 terutama pada aspek ekonomi harus dilakukan analisis secara menyeluruh
agar diketahui bagaimana dampak pandemi Covid-19 memengaruhi keadaan ekonomi, dan bagaimana hasil dari dampak
pandemi dan sebelum dampak pandemi yang
harapannya setelah dilakukan analisis dampak Covid-19 akan memberikan gambaran
aspek-aspek mana yang paling terdampak, mana yang masih dapat bertahan dan
memberikan solusi dalam wujud langkah apa yang harus diambil sebagai solusi
untuk mengatasi dampak negatif pandemi Covid-19.
B. Tujuan dilakukannya analisis ini
Tujuan analisis ini adalah untuk
mengetahui dan mengkaji dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi, baik dalam
penjualan dan penghasilan dalam furniture
kayu serta untuk meningkatkan potensi
pruduksi kayu atau furnuture melalui
analisis SWOT. Harapannya hasil analisis ini mampu memberikan informasi dan kontribusi
bagi seluruh stakeholder dalam merumuskan strategi pengembangan pembuatan sebuah karya furniture dengan pengembangan desain
yang sudah ada, mengedintifikasi karya tersebut untuk sarana penjualan dan
pemanfaatan material, mengetahui bahan yang akan digunakan dengan berbagai
varian ukuran, serta dapat mengaplikasikan kedalam
sebuah karya dan hasil yang telah dibikin bisa memuaskan pelanggan atau merasa
senang dengan hasil yang telah dibikin dan dapat layak dipakai didalam rumah.
BAB II
Gambaran umum
kegiatan usaha
Usaha dagang produksi kayu atau disebut dengan firniture kayu yang bisa disebut juga dengan mebel, usaha ini terletak di jl.baru by pass dekat pertamina lobusona ,Rantau prapat.usaha ini didirikan oleh empat bersaudara, pemilik usaha ini bernama Jhonter panjaitan, usaha ini didirikan 10 tahun yang lalu atau didirikan pada tahun 2015 dan sekarang masih berdiri.usaha ini membuat prabot rumah tangga seperti kursi duduk,tempat tidur, tempat makan,tempat masuk keluarnya oksigen seperti jendela, pintu untuk keluar masuk dan apabila hendak membeli firniture yang terlebih dahulu mereka meminta model yang anda inginkan, mereka memberikan kenyaman dan keindahan bagi sipembeli dan bagi sipengunjung.
Gambar depan UD 4 panber’s, dan gambar
pintu dan jendela yang telah diolah dari kayu yang belum dibentuk.
Gambar dalam UD yang kita lihat
disitu tempat pengolahan kayu atau pembuatan kayu.
BAB III
Dampak
Pandemi Covid 19 terhadap Ekonomi Pelaku Usaha di Bidang Kehutanan.
A. Dampak
terhadap kondisi usaha dan fasilitas produksi
Dampak secara langsung
yang dapat dilihat adalah minimnya pengunjung kawasan, yang secara langsung
mempengaruhi kegiatan operasional kawasan termasuk perawatan fasilitas produksi
kawasan, terlihat pada beberapa kayu yang mengalami kerusakan seperti kayu yang
mulai lapuk dan kualitas
kayu yang mulai tidak kuat karna digigit oleh rayap dan sebagai fasilitas umum yang roboh karena
tidak dirawat.
B. Dampak
terhadap pasar dan konsumen
Akibat pandemi covid 19 kurangnya
hasil atau pemesanan firniture kayu, kurangnya
pengunjung atau pemesan melalui online, selama pandemic berkurangnya pemasaran atau
penjualan, penjualan sepi dan kurang pengunjung untuk melihat kayu - kayu yang
sudah siap layak dipakai atau yang sudah
siap layak dijual, dan kayu siap akan dipajang atau yang sudah dibentuk,
biasanya pengunjung banyak ini malah berkurang semenjak pandemi.
C. Dampak terhadap keuntungan dan
kelangsungan usaha
Semenjak terjadinya
pandemi covid -19, kayu yang diolah menurun, pemesanan menurun baik pemesanan
secara online dan langsung, pelangan sepi biasanya banyak pengunjung, tetapi
pendapatan tidak menurun drastis dan tidak menghawatirkan. Mereka sering rugi
ketika mengambil kayu dari masyarakat, karna mereka sering ditangkap oleh oknum
kehutanan, karna tidak adanya surat kehutanan, tetapi mereka punya surat tanah
dari masyarakat tersebut dan bon pembelian kayu. Tetapi mereka masih sering
ditanagkap oleh oknum kehutanan dan dikenakan denda.
D. Upaya Penanggulangannya
Upaya penaggulangan
yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat produk – produk yang menarik dan dengan menggambil
kayu yang berkualitas, tidak kokoh dan ketika memproduksi kayu kita harus
membuat yang sangat bagus atau yang sangat indah agar memuaskan pembeli.
Pemulihan Ekonomi Pelaku Usaha di Sektor
Kehutanan Pasca Pandemi Covid-19
A. Pemulihan
Produksi dan Omset
Dalam pemulihan
produksi dan omset dibutuhkan kajian terhadap kelemahan produk dalam hal ini kelemahan produk terletak dalam minimnya pembeli yang membuat rendahnya pendapatan
kawasan sebagai solusi yang dapat dilakukan adalah dangan penguatan SDM
masyarakat dengan pembuatan produk kretaif sebagai buah tangan dan juga produk
olahan, untuk produk
sendiri perlu dilakukan
teknik hiasan yang menarik atau membuat
corak – corak atau
motif motif yang terbaru
dengan nilai estetika, yang tentu dengan menggunakan modal, modal dapat
diperoleh dari penghasilan
usaha.
C. Pemulihan
Pasar dan Penjualan
Cara pemulihannya
dengan membuat promosi, Promosi
merupakan salah satunya alat untuk meningkatkan nilai pasar suatu produk dengan promosi di media sosial saat ini akan
meningkatkan nilai branding produk bagi masyarakat, dan untuk peningkatan
penjualan dapat dilakukan dengan meningkatkan produk produk yang terbaru dan produk yang ditawarkan agak membuat promosi sekitar
sepuluh persen dan dengan
memberikan promo akan
meningkatkan penjualan.
B. Pemulihan
Administrasi, SDM dan Profit
Pemulihan dapat dilakukan dengan berpindah dari
proses administrasi manual ke aplikasi administrasi berbasis teknologi, dan
sistem pencatattan pemasukan dan pengeluaran tersistematisasi dengan website.
B. Penggunaan
Teknologi Informasi dalam Operasi, Aministrasi dan Pemasaran pasca Covid-19
Harapannya dengan
adanya kolaborasi dengan teknologi saat ini mampu untuk mengembalikan pendapatan penjualan dan diharapkan dengan mempromosikan
kawasan ini di sosial media akan meningktakan pengunjung ke kawasan yang
tentunya disiapkan dengan perbaikan firniture seperti masukan yang sudah
diberikan oleh penulis diatas.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil analisis SWOT, dan wawancara dengan pengelola kawasan, masyarakat sekitar
serta memperhatikan aspek peluang ekonomi pada kawasan tersebut penulis menarik
kesimpulan bahwa diperlukan banyak perbaikan pada produksi kayu atau firniture dimulai dari perbaikan Sarana dan pra sarana furniture,
manajemen pengelolaan, juga pemanfaatan produk dari hasil produk kayu baik dalam kualitas kayu hingga pemasaran
kayu lebih ditingkatkan lagi.
B. Saran/ Rekomendasi
Diharapkan mendapatkan keadilan dari pihak
oknum – oknum kehutanan, karna mereka sering ditilang oleh oknum kehutanan
karna tidak ada surat izin dari kehutanan, padahal mereka punya surat dari
penjual kayu, tetapi surat itu tidak bisa meloloskan mereka dan akhirnya, mereka
dikenakan denda.
DAFTAR PUSTAKA
Ahyari,
Agus. 1994. Manajemen Produksi Perencanaan Sistem Produksi. Yogyakarta:
BPFE.
Subagyo,
Pangestu. 2000. Manajemen Operasi. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.
Assauri,
Sofyan. 2004. Manajemen Produksi dan
Operasi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia.
Gitosudarmo, Indriyo. 2002.
Manajemen Operasi. Yogyakarta: BPFE.
Render,
Bary dan Jay Haizer. 2005. Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat.
Handoko, T. Hani. 2003. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.
Nasution,
Arman Hakim. 2003. Perencanaan dan Pengendalian
Produksi. Surabaya: Guna
Widya.
Soeharto. 1999. Manajemen Proyek. Yogyakarta. BPFE.
Komentar
Posting Komentar